Hari senin, sore udah mau pulang kantor, bos ku manggil gara-gara komputernya selalu restart. Wah gaswat, pcnya bisa jebol kalo begitu. seldik punya selidik ternyata komputernya belum terpasang anti virus. akhirnya ku pasang anti virus dari computer assosiate yang freenya. Setelah terinstall dan download updatenya dari situs CA, dalam kondisi safe mode dan mematikan restore option. aku coba scan, bener aja gak lama scan langsung terdeteksi virus yang lagi ngtrend. I-Worm/Luder-F varian2nya. Cukup lama aku scan, dan akhirnya semua bisa teratasi. Dan bos ku bisa tersenyum lagi :)
Kira-kira begini langkah mengatasi worm/Luder-F tersebut:
- Hidupkan computer dalam kondisi safe mode, dengan cara F8. Trus pilih safemode with networking. Berguna untuk download update antivirus terbaru.
- Untuk mematikan mode restore, klik kanan pada my computer, pilih tab sytem restore dan klik pada check box untuk mematikan restore.
- Kemudian scan dengan antivirus yang loe suka. Aku coba pakai CA antivirus dan hasilnya thockcher!!!
- Selamat semoga berhasil.
Wednesday, January 31, 2007
Programming & E-Book
Contoh-contoh programming visual programming bisa diperoleh di situs
http://www.a1vbcode.com/ macam2 sample Pemrograman bisa didownload disitus tersebut. Dari hal-hal yang berguna sampai dengan masalah pembuatan virus juga ada. Wah kalo yag terakhir itu bisa merusak kepentingan orang lain. Kalo mau download ebook gratis, masuk saja ke situs http://www.ebooknetworking.com
http://www.a1vbcode.com/ macam2 sample Pemrograman bisa didownload disitus tersebut. Dari hal-hal yang berguna sampai dengan masalah pembuatan virus juga ada. Wah kalo yag terakhir itu bisa merusak kepentingan orang lain. Kalo mau download ebook gratis, masuk saja ke situs http://www.ebooknetworking.com
Bohong yang terbiasa.
Kejujuran menjadi penting ketika hati nurani berbicara. Namun semua hanya sebuah
sandiwara dan dituntut untuk berlaku seperti itu dalam kondisi terdesak ingin mendapat prioritas. Hal itu bisa dimaklumi.
Dikantor ada koperasi karyawan yang sangat berguna bagi karyawan. Tentu saja karyawan yang bekerja di perusahaan tempat bekerja itu. Iya lah. Karywan/ti bisa meminjam dengan bunga yang sangat rendah. cuma 0,5% per bulan ya dibanding narik dari kartu kredit mending dari koperasi. Namun sayang, semua tergantung dari prioritas. Bukan secara antrian, siapa yang masuk lebih dulu form peminjaman dia yang dapat. Tetapi dari sisi prioritas kebutuhan dana. Ini hanya sebuah akal-akalan aja. Karena begitu banyak hal yang seolah-2 urgent padahal semua tidak sesuai dengan fakta yang ada. Namu hal ini menjadi biasa dilakukan sehingga menjadi wajar saja. Entahlah, sistem HRD yang buruk atau malas dalam menyikapinya. Konflik2 intern karena merasa haknya yang lebih besar menjadi sebuah polemik yg berkepanjangan. Rasa iri menjadi hal yang seolah2 tumbuh subur karena kesalahan sistem prosedur tersebut. Prioritas yang mana yang mau didahulukan bisa saja hanyalah akal-2an segelintir oknum yang hanya ingin menikmati bunga rendah. Perlu dilakukan kajian dan perubahan kebijakan yang mendukung, menjujung kejujuran dalam berorganisasi dan bersosialisasi. Semoga!
Kisah Lalat
Setiap kali aku memasuki kamar kostku tidak ada yang berubah, tapi kali ini aku merasa ada yang lain. Pikiran itu terlintas dibenakku. Aku mencari-cari apa yang aneh, kuteliti setiap sudut, tidak ada yang berubah. Barang-barang elektonik masih lengkap semua, tersusun ditempat semula. Bahkan gambar sebuah partai yang kuharapkan, bukan gambarnya lho, agar membawa bangsaku ke masa depan yang lebih baik dari sekarang, tak lolos dari pengamatan mataku. Tapi bukan gambar itu yang membuat kamarku berubah. Tak juga ketemu, akupun terlelap bermimpi tentang kampanye yang membuat aku tersenyum. Partai pilihanku menang telak pemilu kali ini. Semoga saja begitu, membawa bangsaku, yang terseok-seok perjalanannya akhir-akhir ini, ke jalan kemajuan dan mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Hari berganti, saat kubangun dipagi hari aku baru menyadari hal yang membuat suasana kamarku berubah. Adalah sebuah sarang laba-laba disela-sela gantungan lampu, Alamaaak…..!!! Cuma seekor laba-laba yang ternyata mampu merubah suasana kamar kostku. Kuperhatikan laba-laba itu, dia hanya terdiam dipojok sarangnya. Wuingggg….wuinggg….wuinggg…., lalat terbang didepan hidungku. Amboi…, Uni Ros, kamar sebelah sedang menggoreng ikan asin. Aromanya membuat perutku yang lupa kuisi kemarin malam semakin membunyikan suara keroncongannya. Wah lezatnya kalau disantap dengan nasi putih hangat yang masih mengepul asapnya, khayalku. Aroma itu tidak saja membuat aku berkhayal, lalat itupun mungkin sama dengan apa yang kualami, lapar. Pikiranku melayang, apakah rakyat negeri ini seperti lalat yang kelaparan itu??? Berbondong-bondong ikut menghadiri kampanye pemilu, setelah mencium bau aroma duit, kaos atau iming-iming partai yang kelebihan duit???
Aku tersentak kaget, lalat itu terjerat…!!!! Brrrrrr……brrrrr…brrrr..., dia berusaha melepaskan dirinya, tapi jeratannya terlalu kuat untuk ukuran tubuhnya yang kecil. Laba-laba itu datang menghampiri. Tanpa basa-basi, lalat itu dijerat lagi dengan gulungan-gulungan ditubuhnya sehingga tak dapat berkutik sedikitpun. Masya Allah, kebesaran Allah yang menciptakan dunia seisinya. Makhluk yang tak bisa berpikir atau berdebat membahas pemilu atau bermain komputer apalagi membaca koran ini, mampu menciptakan jeratan maut yang membuat makluk lain yang ceroboh menjadi santapannya. Aku merinding, membayangkan rakyat bangsa ini, nasibnya seperti lalat dikamar kostku. Menjadi korban jeratan-jeratan yang diciptakan “Laba-Laba” gila harta dan kekuasaan diarena kampanye pemilu kali ini. Semoga rakyat bangsa ini mampu berpikir dengan baik, sehingga lolos dari jeratan-jeratan maut laba-laba politik. Tidak seperti lalat-lalat yang ceroboh itu. Amiin, ya Rabbal alamiin.
“Tok…tok…tokk”, pintu kamar kostku diketok. “Liii, mau sarapan nggak?”, uni Ros berteriak memanggil namaku dari luar, membuyarkan lamunanku. Tak kuasa menahan lapar, aku menyahut, “Ya….sebentar!” Akhirnya apa yang Aku khayalkan tadi terwujud, sekarang yang jadi laba-laba Aku apa Uni Ros??? Aku tersenyum. Ah, yang penting isi dulu perut ini dengan nasi putih mengepul lauknya ikan asin ditemani wanita cantik… Ondee Mak Cik!!!
Hari berganti, saat kubangun dipagi hari aku baru menyadari hal yang membuat suasana kamarku berubah. Adalah sebuah sarang laba-laba disela-sela gantungan lampu, Alamaaak…..!!! Cuma seekor laba-laba yang ternyata mampu merubah suasana kamar kostku. Kuperhatikan laba-laba itu, dia hanya terdiam dipojok sarangnya. Wuingggg….wuinggg….wuinggg…., lalat terbang didepan hidungku. Amboi…, Uni Ros, kamar sebelah sedang menggoreng ikan asin. Aromanya membuat perutku yang lupa kuisi kemarin malam semakin membunyikan suara keroncongannya. Wah lezatnya kalau disantap dengan nasi putih hangat yang masih mengepul asapnya, khayalku. Aroma itu tidak saja membuat aku berkhayal, lalat itupun mungkin sama dengan apa yang kualami, lapar. Pikiranku melayang, apakah rakyat negeri ini seperti lalat yang kelaparan itu??? Berbondong-bondong ikut menghadiri kampanye pemilu, setelah mencium bau aroma duit, kaos atau iming-iming partai yang kelebihan duit???
Aku tersentak kaget, lalat itu terjerat…!!!! Brrrrrr……brrrrr…brrrr..., dia berusaha melepaskan dirinya, tapi jeratannya terlalu kuat untuk ukuran tubuhnya yang kecil. Laba-laba itu datang menghampiri. Tanpa basa-basi, lalat itu dijerat lagi dengan gulungan-gulungan ditubuhnya sehingga tak dapat berkutik sedikitpun. Masya Allah, kebesaran Allah yang menciptakan dunia seisinya. Makhluk yang tak bisa berpikir atau berdebat membahas pemilu atau bermain komputer apalagi membaca koran ini, mampu menciptakan jeratan maut yang membuat makluk lain yang ceroboh menjadi santapannya. Aku merinding, membayangkan rakyat bangsa ini, nasibnya seperti lalat dikamar kostku. Menjadi korban jeratan-jeratan yang diciptakan “Laba-Laba” gila harta dan kekuasaan diarena kampanye pemilu kali ini. Semoga rakyat bangsa ini mampu berpikir dengan baik, sehingga lolos dari jeratan-jeratan maut laba-laba politik. Tidak seperti lalat-lalat yang ceroboh itu. Amiin, ya Rabbal alamiin.
“Tok…tok…tokk”, pintu kamar kostku diketok. “Liii, mau sarapan nggak?”, uni Ros berteriak memanggil namaku dari luar, membuyarkan lamunanku. Tak kuasa menahan lapar, aku menyahut, “Ya….sebentar!” Akhirnya apa yang Aku khayalkan tadi terwujud, sekarang yang jadi laba-laba Aku apa Uni Ros??? Aku tersenyum. Ah, yang penting isi dulu perut ini dengan nasi putih mengepul lauknya ikan asin ditemani wanita cantik… Ondee Mak Cik!!!
Subscribe to:
Comments (Atom)